Rabi’ah al-Adawiyah, Sang Penyair Cinta

Rabu, 11 Februari 2015

Tuhanku, tenggelamkan aku dalam samudera cintaMu….
A.   Biografi Rabi’ah Al Adawiyah
Rabi’ah Al Adawiyah memiliki nama asli Rabi’ah Al Adawiyah binti Ismail al Adawiyah al Bashriyah. Ia diberi nama oleh orang tuanya Rabi’ah karena merupakan anak ke empat dari empat bersaudara. Dalam bahasa Arab rabi’ah artinya ke empat. Rabi’ah lahir di kota Basrah tahun 94 H dan meninggal sekitar tahun 185 H serta dimakamkan di tempat itu juga.

Engkau Bersama Dengan Orang Yang Engkau Cintai

Tidak beriman seseorang sehingga aku lebih ia cintai ketimbang dirinya sendiri ……… [HR Bukhari dan Muslim]
Suatu ketika, Nabi Isa a.s berdakwah di sebuah kota kecil. Orang orang meminta beliau menunjukkan mukjizatnya. “Mukjizat apa yang kalian inginkan?” tanya Nabi Isa. Mereka menjawab, “Hidupkanlah orang yang sudah mati”
Mereka pun pergi ke makam kota dan berhenti di sebuah kuburan. Sang Nabi pun berdoa kepada Tuhan agar orang yang sudah mati itu dihidupkan kembali. Orang mati tersebut bangkit dari kuburnya, melihat lihat sekelilingnya dan berteriak: “Keledaikau, mana keledaiku?”

Keutamaan Shalawat Bagi Orang Yang Banyak Berbuat Dosa

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya"

Perkataan shalawat berasal dari bahasa Arab: ( الصلوات )‎, diambil dari perkataan shalat (الصلاة‎) yang berarti doa atau pujian. Shalawat Allah Subhanahu wa Ta’ala ialah pujian-Nya di sisi para malaikat. Shalawat malaikat ialah doa memohon tambahan gandaan pahala. Dan shalawat orang Mukmin ialah berdoa memohon supaya Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan rahmat, menambahkan kemuliaan, kehormatan dan kepujian kepada penghulu kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .

Akibat Lupa Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Imam Al-Ghazali meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang lupa membaca shalawat kepada RasulullahSAW.
Lalu pada suatu malam ia bermimpi melihat Rasulullah SAW tidak mau menoleh kepadanya,dia bertanya;

Dasyatnya Rindu kepada Rosulullah..


Dulu di masa Rasulullah, di dalam Masjid Nabawi yang mulia, ada sebatang pohon kurma tepat di bagian depannya. Di batang pohon kurma ini jika Rasulullah khutbah, taklim atau membacakan wahyu, beliau sering bersandar, bertelekan, atau memeluknya. Sampai kemudian para sahabat membangunkan untuk beliau sebuah mimbar, agar Rasulullah bisa berbicara dengan posisi yang lebih baik menurut sahabat. Setelah beberapa waktu beliau berceramah di atas mimbar, suatu ketika Rasulullah melewati pohon kurma ini untuk menuju mimbar.

Bahagia itu....

Rabu, 04 Februari 2015




Kalau KEBAHAGIAAN bisa DIBELI, pasti orang-orang kaya akan MEMBELI KEBAHAGIAAN itu. Dan kita akan SULIT mendapatkan KEBAHAGIAAN karena sudah DIBORONG oleh mereka. 

Berdamai dengan diri sendiri,,,


Mungkin tak semua hari baik, namun selalu ada kebaikan yang terjadi bila kita menikmatinya dengan keikhlasan.

Beberapa dari kita mungkin jenuh dengan rutinitas, jenuh dengan keadaan diri, jenuh dengan hari-hari, jenuh atas persoalan hidup..

Jenuh dan jenuh..

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Salik DiBumi Alloh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger